Bismillahirrohmanirrohiim
Manusia mulia karena ia bisa berpikir dengan akalnya, kini manusia telah mampu merealisasikan yang telah lama diimpikannya untuk menerobos batas bumi guna menemukan keajaiban dan rahasia alam semesta ini. Kenyataan ini telah membawa manusia semakin dekat kepada hakikat yang ada dibalik penciptaan dunia ini. Semakin jauh ia menerobos semesta raya ini dan mempelajari dunia-dunia lain dari yang Maha Pencipta, ia semakin terkesan dengan keseimbangan dan keserasian yang ia temui dalam segala aspek.
Dari pengamatannya, ia dapat melihat dengan jelas bahwa tidak terdapat variasi (yang salaing bertentangan) dalam hukum alam. Semuanya merefleksikan adanya satu kesatuan yang membuktikan keagungan dan ke-Esaan keagungannya.
Malam senin 04/03/12 penulis dilokasi P2M (istilah KKN) yang diselenggarakan oleh IDIA prenduan bertempat disebuah desa kecamatan Ganding kabupaten sumenep, malam tersebut sungguh meriah dengan adanya lomba puisi tingkat SMP dan SMA, waktu demi waktu tepat pukul 21:18, ada dua seorang pemuda naik panggung yang telah disipkan oleh panitia lomba dan ia membaca puisi dengan diiringi lagu budaya madura (maaf penulis masih belum banyak ngerti bahasa madura) oleh salah satu temannya. Pada Detik 00:45 inilah zaman gila... memgan kita..kita ikutan gila, ingat...ingat maka kita tidak kebagaian apa apa,ingat....ingat... seuntung-untungnya orang gila, lebih untung persilatan latihan walau pun kemesir, .......,tertawa dan tertawa inilah gila dalam kurun-kurun ketuhanan. Tepat pada menit ke 09:49, ia berteriak, Tuhan-tuhan..... kenapa aku belum memeluk kemarahan dan tawa, ha ha..... engkau pun nyengir dalam pedih, tapi engkau bicara padaku tuhan itu sempurna, apa itu satu dua empat atau lima?, bahkan seluruh.... tuhan itu dalam ayat-ayat satu saja...kamu tuhan kamu tuhan...hantu...tuhan han-tu tu-han tuhantu..

